Home » Ceplas Ceplos » Siapa yang Korup dan Pungli di Makassar ?

Siapa yang Korup dan Pungli di Makassar ?

Oleh : Usdar Nawawi

Oleh : Usdar Nawawi

BugisPos – Walikota Makassar Moh Ramdhan Pomanto, memang patut diapresiasi langkah-langkahnya dalam memberantas korupsi, pungli dan tindakan-tindakan pemerasan di lingkup Pemkot Makassar.

Akan tetapi yang barlabel usaha, ya boleh berhasil boleh tidak. Boleh setengah sukses boleh tonji full sukses. Hanya saja pertanyaannya, apakah dengan langkah-langkah taktis Danny Pomanto ini dalam memerangi korupsi, pungli, pemerasan dan sejenisnya di lingkup Pemkot Makassar sudah pantas dipandang sukses ?

Jawabannya ialah : Belum pi bossss !!!

Soal pungli dan korupsi di ibukota Sulsel ini, sebetulnya masih saja memprihatinkan. Korupsi di lingkup Pemkot Makassar masih dalam konteks teori gunung es. Hanya di puncak gunungnya yang terlihat, dan yang ini-inilah yang disibuki aparat penegak hukum, baik Jaksa, Polisi ataupun KPK, sehingga mereka tampil luar biasa heroik, yang katanya sukses besar menyelamatkan uang negara dari tindakan korup.

Sedang yang bersemayam dan menggurita di perut gunung malah sungguh-sungguh tak terlihat oleh mata hati aparat penegak hukum. Bahkan – boleh jadi – aparat penegak hukum kita dalam mencermati tindakan korup dan pungli di level perut gunung itu, malah mereka juga menjadi bagian penting di dalamnya. Boleh jadi, bahkan “sangat boleh jadi”. Lantas teriakan heroik di situ sama sekali tak terdengar. Sebab maling dan penegak hukum di situ sudah sama-sama melebur menjadi satu sindikat penjahat keuangan negara yang dibungkus dengan senyum yang semanis mungkin.

Disnilah kita boleh merasa sedih, sebab Walikota Danny Pomanto tidak capek-capek memerangi korupsi dan pungli di lingkup bawahannya, sementara di kalangan bawahan juga tidak ada capek-capeknya pula melakukan tindakan penyimpangan. Ya penyimpang dari penggunaan APBD, ya penyimpang dari layanan publik dengan dilumuri tindakan pungli, ya menyimpang dari tata krama pelayanan dengan tindakan pemerasan.

Boleh jadi Walikota suatu saat, tiba-tiba datang membuka laci para bendahara SKPD, dan di situ Walikota akan menemukan sejumlah stempel palsu, kop surat perusahaan rekanan palsu, serta hal-hal yang palsu-palsu lainnya di laci itu. Boleh jadi juga ada jempol palsu pula.

Dan disitu pulalah Walikota akan menyaksikan dan memergoki sendiri siapa-siapa di antara pejabat bawahannya yang masih juga mengidap penyakit korup, pungli, dan hobby pemerasan. Belum termasuk kabar sejenis  yang beterbangan masuk ke lubang kuping walikota, yang pada intinya memperjelas bahwa orang-orang di sekitar Walikota ini jugalah yang melakukan segala rupa upaya untuk memperkaya diri sendiri dengan mengeruk uang negara ***

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

pdam
royal
Jl.Lasuloro Dalam VI/37 Bumi Antang Permai, Makassar 90234
Tlp 0411-2033633-491980 / 085242553333
Email : redaksi@bugisposonline.com