Home » HL » Rumah Dampingan Miliki Program Profesional

Rumah Dampingan Miliki Program Profesional

Illustrasi

Illustrasi

BugisPos – Rumah Dampingan merupakan fasilitas yang disediakan untuk kelanjutan program setelah seorang pecandu melewati program rehabilitasi, rumah ini harus bebas dari narkoba, “Rumah tinggal yang berfungsi dalam membantu pemulihan jangka panjang dari narkoba dan berada dalam lingkungan yang aman mempunyai program yang profesional dan terstruktur,” kata Konselor Rumah Dampingan Cipinang Besar, Wilis Wulandari, saat menjadi narasumber dalam Focus Group Discussion (FGD) yang digelar Direktorat Pasca Rehabilitasi Deputi Bidang Rehabilitasi Badan Narkotika Nasional (BNN) di Kampung Ambon, Rabu 17/7/13

Selanjutnya, Wilis menjelaskan, program ini diselenggarakan untuk menampung dan mempersiapkan para recovering addict sebelum kembali ke masyarakat. Dalam menyelenggarakan program ini diperlukan fasilitas sebuah rumah untuk menyediakan segala kegiatan yang mendukung atmosfir yang dapat menjaga dan mempertahankan ‘drug clean’, dimana para recovering addict, dapat berlatih menjalani kehidupan sebenarnya, di tempat inipun mereka dapat menjalani berbagai program terapi lanjutan baik itu fogus group, konselling, family support group.

“Diharapkan dengan adanya rumah dampingan, dapat mempengaruhi perkembangan dan peningkatan kualitas pelayanan pasca rehabilitasi lanjutan, karena program terapi ini merupakan bagian untuk mencapai tujuan dari program pemulihan,” harap Wilis.

Kegiatan Pasca Rehabilitasi melalui program Rumah Dampingan terdiri dari pelatihan-pelatihan vokasional atau keterampilan bagi mantan pecandu narkoba, dengan tujuan untuk mengembalikan fungsi sosial dan produktivitas mantan pecandu narkoba dalam rangka proses pemulihannya.

Sementara itu, Kasubdit Penyatuan Kembali Direktorat Pasca Rehabilitasi BNN, Nur’ainun Kamil, SE. MM.M.Si, mengungkapkan, BNN telah berupaya meningkatkan tempat-tempat rehabilitasi seperti di Lido, Bogor, Baddoka, Makassar, Kaltim dan Batam (Kepulauan Riau).

Menurut Nur’ainun, rehabilitasi yang dilakukan di tempat rehabilitasi adalah rehabilitasi primer, “Setelah para mantan pecandu narkoba selesai menjalankan rehabilitasi primer, mereka melanjutkan program pasca rehabilitasi. Tujuan para mantan pecandu narkoba mengikuti program pasca rehabilitasi adalah total abstinance, kepribadian menjadi lebih kuat, dan terjadi perubahan gaya hidup, menjadi lebih sehat dan produktif,” kata Nur’ainun.

Selanjutnya Nur’ainun mengungkapkan, bahwa permasalahan yang sering timbul pasca rehabilitasi bagi mantan pecandu adalah sering munculnya stigma negatif di masyarakat terhadap mantan pecandu narkoba, kepercayaan dan peran serta keluarga terhadap para recovery addict masih belum maksimal, kurangnya wadah bagi para recovery addict untuk memfasilitasi dan memotivasi kegiatan mereka agar berkembang dan mandiri secara sosial dan ekonomi serta seringnya terjadi relaps (kambuh).

Nur’ainun juga menjelaskan tentang program pasca rehabilitasi BNN diantaranya Rumah Dampingan BNN. Rumah dampingan saat ini telah dilaksanakan di 3 Provinsi yaitu DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Sulawesi Selatan. Namun untuk tahun berikutnya akan bertambah di Provinsi Kalimantan Timur dan Kepulauan Riau.

Kemudian program Konservasi Hutan di Tambling. Program ini dilaksanakan di Provinsi Lampung. Program ini telah dilaksanakan pada Tahun 2012 dan berlanjut hingga saat ini.

Dukungan Usaha Produktif Pasca Rehabilitasi, FGD, Seminar sehari tentang pasca rehabilitasi, Outing, KKN Tematik P4GN di Perbatasan Negara dan Magang Kerja di Perusahaan (rls)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

 
Jl.Lasuloro Dalam VI/37 Bumi Antang Permai, Makassar 90234
Tlp 0411-2033633-491980 / 085242553333
Email : redaksi@bugisposonline.com