Home » Ceplas Ceplos » Pejabat Pemkot dan Penyakit Dispenser

Pejabat Pemkot dan Penyakit Dispenser

Oleh : Usdar Nawawi

Oleh : Usdar Nawawi

BugisPos — Tiba-tiba lagi Walikota Makassar Danny Pomanto memicu detak jantung kalangan pejabatnya. Ini lantaran pernyataan Walikota yang akan melakukan lagi mutasi besar-besaran di lingkup Pemkot Makassar pada bulan Desember 2016 mendatang.

Rencana mutasi besar-besaran sebelum 23 Desember 2016 mendatang ini, dilakukan setelah turun PP no 18 tahun 2016 tentang organisasi baru di jajaran pemerintahan daerah. Ini tentu kesempatan emas bagi Danny untuk melengser pejabatnya yang dinilai malas, tidak produktif, tidak inovatif, dan juga masih melakukan praktek pungli, suap, atau bahkan korup.

Meskipun mereka punya kedekatan dengan Danny, tetapi walikota yang ahli tata kota ini lebih terlihat tak menginginkan pejabat yang tak bisa bekerja baik. Danny Pomanto terkesan memang tak menyukai manusia yang cuma tahunya menjilat-jilat atau lebih rajin carmuk alias cari-cari muka.

Sejak rencana mutasi ‘Desember Panas’ yang diumumkan pekan lalu, sejak itu pula di kalangan pejabat Pemkot Makassar dijalari sejenis penyakit ‘dispenser’. Penyakit yang mengindikasikan seseorang terkena panas dingin. Padahal orang bersangkutan tidak kena flu, tidak demam, juga tidak punya penyakit lain-lain. Tetapi yang bersangkutan setiap saat merasakan panas dingin, apalagi kalau cerita mutasi itu mendekatinya, wahh penyakit dispensernya tambah menjadi-jadi. Kumat !

Walikota mewanti-wanti, jika diwaktu dua bulan ini para pejabat di Pemkot Makassar tidak memperlihatkan kinerjanya yang baik, maka dipastikan bakal lengser dari jabatannya.

“23 Desember, sudah ada nama pejabat baru. Jadi sebelum 23 pejabat malas dipastikan lengser ,” kata Danny Pomanto. Itulah yang bikin masalah di kalangan pejabat, masalah penyakit dispenser itu tadi.

Seorang teman pejabat saya tanya tanggapannya soal rencana mutasi ini. Dia dengan gaya setenang mungkin menjawab : Ahh soal itu adalah kewenangan walikota. Kami ini pegawai dimana saja ditugaskan bukan masalah. Hak prerogatif ada di tangan walikota. Ada atau tidak ada jabatan itu bukan soal. Demikiankata kawan yang satu ini, tetapi wajahnya terlihat pucat-pucat juga. Mungkin saja di otaknya sudah menari-nari soal lengser, atau apalah nama yang menjurus ke situasi kehilangan suatu jabatan.

Banyak kejadian, ketika seseorang pegang jabatan, tingkahnya luar biasa hebat. Semua orang dia pandang di bawah. Dia mami yang di atas, hehe. Tetapi begitu jabatannya dilengser, dia berubah seperti anak tikus  yang baru saja dimuntahkan oleh seekor kucing. Dia loyo, hilang semangat hidup, stres, bahkan mungkin juga akan kehilangan akal sehat. Sebutlah bahwa kondisi seperti ini ialah bermula dari penyakit dispenser itu tadi, yang gara-garanya akibat pengumuman rencana mutasi besar-besaran itu.

Walikota Danny Pomanto berkata : 23 Desember 2016 sudah ada pejabat baru. Lantas pejabat lamanya kemana ? ya tentu ada yang pensiun, ada yang beralih jabatan, dan yakin saja ada sejumlah yang nonjob ***

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

pdam
royal
Jl.Lasuloro Dalam VI/37 Bumi Antang Permai, Makassar 90234
Tlp 0411-2033633-491980 / 085242553333
Email : redaksi@bugisposonline.com