Home » HL » Operasi Gaib, Tanpa Bius Tanpa Jahitan

Operasi Gaib, Tanpa Bius Tanpa Jahitan

 

Guru saat mengoperasi seorang pasien saat masih di Jl.Swadaya Makassar

Guru saat mengoperasi seorang pasien saat masih di Jl.Swadaya Makassar

BugisPos – Dalam dunia kedokteran, bila seseorang dioperasi, maka pasien harus dibius. Kemudian setelah dioperasi, bekas operasi harus dijahit. Tapi operasi model Guru, panggilan akrab Andi Aco Puang Bulan ini, tidak perlu dibius. Pasien dibedah tanpa jahitan. Hasilnya, tak ada bekas jahitan sedikit pun, padahal tadinya dibedah pakai pisau dapur. Biaya operasi, apapun jenis penyakit pasien, tak akan pernah lebih dari Rp.500.000,- Luar biasa !   Praktek pengobatan alternatif ini, dulunya berlangsung setiap Rabu, di Jl.Swadaya II No.14 Makassar. Pasiennya membludak, bukan cuma dari masyarakat kelas bawah, tapi juga banyak pasien datang dengan mobil pribadi. Mereka, selain warga Makassar, juga banyak berasal dari berbagai daerah kabupaten. Namun saat ini, Guru tidak lagi berpraktek di Makassar, kabarnya Guru menjalankan kegiatan pengobatannya di Parepare.

Tubuh Andi Aco Dimakan Ikan

Guru, berasal Palanro dan Balangnipa, kab.Sinjai. Sewaktu muda dulu, lelaki sederhana ini merantau ke Malaysia sebagai TKI illegal, melalui jalur Nunukan.

Di Malaysia dia bekerja di hutan, sebagai buruh kebun kelapa sawit, agar tidak mudah tertangkap Polisi Di Raja Malaysia. Setelah beberapa lama bekerja, tiba–tiba dia kena penyakit yang tidak lazim dan mengerikan. Bahkan orang yang melihatnya akan merasa jijik, bau busuk. Dia kena penyakit Puru di sekujur tubuhnya.  Tak ada siapapun yang sudi memeberi tumpangan di rumah warga. Ada empat wanita dalam satu rumah, juga tak mau menolongnya. Akhirnya dia pasrah dan memilih berbaring di tepi  sungai tak jauh dari rumah keempat perempuan tadi, seraya berkata kepada mereka ; “Biar mi saya tidur disini saja, sudah enak mi kurasa. Ikan-ikan juga datang  memakan luka-luka di badanku”  Andi Aco  membiarkan sebagian dari badannya dilalap ikan.

Dalam keadaan tidak berdaya, tiba-tiba ada tiga orang yang   entah dari mana, berdiri di depannya. Satu diantaranya berjenggot. Mereka kemudian memberi sehelai kain berwarna merah, juga sebuah kayu berbentuk bulat panjang. Kayu itu mirip alu, ataualat penumbuk padi. Cuma ukurannya hanya sebesar ibu jari orang dewasa, berwarna coklat.

Ketiga orang itu minta agar kedua benda tersebut dipergunakan menolong orang yang menderita penyakit dalam dengan cara operasi.

Kepada Wartawan BugisPos, Guru mengungkapkan,  ketiga orang itu adalah orang gaib. Bangsa jin. Awalnya dia tidak mudah percaya begitu saja. “Apa yang bisa saya perbuat dalam menolong orang sakit, apalagi mengoperasi orang. Sedang saya sendiri dalam keadaan sakit” pikir Andi Aco saat itu. Namun suatu hari, ada ayam sakit. Dioperasilah ayam itu. Ternyata sembuh.

Suatu hari, kisah Guru, isteri Andi Aco mau melahirkan. Tapi tak mungkin isterinya dibawa ke rumah sakit di kota. Takut tertangkap. Maka dia putuskan menangani isterinya sendiri melahirkan di dalam hutan. Dan Alhamdulillah, anaknya selamat dan sekarang sudah besar. Guru menunjuk  seorang pemuda berusia 18 tahun  yang ikut juga sang ayah dalam praktek pengobatan. Putranya itu lahir di hutan Malaysia tahun 1987.

Cara Pengobatan

Dalam menjalankan praktek pengobatan pada pasien, Guru memiliki metode tersendiri.  Kedua benda yang Guru dapat dari ketiga orang gaib  tersebut, sangat berperan penting dalam menjalankan praktek pengobatan. Keduanya punya peran sangat istimewa.

Tongkat kayu yang dulunya hanya sebesar ibu jari, sekarang sudah berubah menjadi panjang dan membesar,  akibat mengisap penyakit para pasien. Fungsinya, mendeteksi penyakit pada saat  ujungnya ditempelkan pada tubuh pasien, “Apabila ujung tongkat ditempelkan ke tubuh pasien lalu memberi tanda bergetar kecil, berarti penyakit pasien kecil, atau tidak parah. Bila bergetar keras maka dipastikan penyakitnya juga parah. Bila saat ditempelkan ke tubuh pasien tongkat kayu itu melompat-lompat, artinya penyakit pasien sudah tidak dapat tertolong”  urai Guru.  Sedang kain berwarna merah, fungsinya bereperan penting saat operasi berlangsung.  Misalnya pada operasi katarak, biji mata dikeluarkan dari kelopaknya, otomatis putuslah ratusan urat syaraf. Kemudian dipasang kembali pada tempatnya semula lalu ditutup dengan kain merah. Saat  itulah gaib yang bekerja menyambung kembali  urat-urat syaraf yang terputus tadi. Dan setelah terhubung semua urat syaraf, tongkat kayu yang diletakkan diatas bola mata akan melompat memberi tanda, bahwa urat-urat syaraf sudah tersambung kembali. Begitu juga pada operasi penyakit lainnya.

Soal Al–Qur’an, dipoergunakan sebagai alat anesthesia atau pembius.  Untuk menghilangkan rasa sakit pada waktu menjalani proses bedah. Satu ditaruh di perut dan yang satunya lagi ditaruh di wajah pasien. Ini berlaku juga pada pasien non Islam. Buktinya, dengan bius pakai Al-Qur’an, pasien tak ada yang merasakan sakit saat operasi.

Sebenarnya, saat operasi dilakukan, yang mengerjakan secara langsung bukanlah Guru. Tubuh Guru hanya  menjadi media bagi mahluk gaib itu untuk dapat melakukan operasi ataupun pengobatan secara langsung.  “Bukan saya yang mengerjakan semua itu, tapi ada barang gaib yang mengerjakannya” kata Guru .

Apabila Guru sedang mengobati atau mengoperasi pasien, wajahnya terlihat lebih berwibawa, tenang, dan dari wajahnya terpancar aura gaib. Dalam tubuh Guru, di antara kulit dan dagingnya, tertanam banyak mustika, dan biasanya akan muncul pada setiap malam Jumat .

Mustika  tersebut akan keluar dari tubuh Guru bila seorang penyakit pasien tidak kunjung sembuh walaupun telah beberapa diobati. Namun bila pasien  yakin akan sembuh maka saat itulah mustika keluar. Maka, pesan Guru, sebaiknya jika datang berobat kepadanya, harus yakin. Kalau tidak yakin akan percuma, karena pasti penyakitnya akan kambuh lagi.

Air Berwarna

Obat yang diberikan pada pasien berbeda – beda. Tergantung jenis penyakit dan tingkat keparahannya. Ada empat jenis warna dari obat yang biasa diberikan ke pasien, ada hitam berwarna hitam, putih, merah dan kuning. Air itu dibuat tanpa campur tangan Guru. Semuanya dibuat dan diramu sendiri oleh gaib. “Bahannya pun saya tidak tahu sama sekali, Hanya jerigen yang disediakan untuk tempatnya, lalu terisi sendiri” kata Guru.

Dalam setiap tahun ada ritual pemotongan hewan yang ditujukan untuk   orang gaib, berupa seekor kambing, juga terkadang Guru menyembelih sebanyak 200 ekor ayam, bila gaib memintanya.

Biaya

Biaya pengobatan dan operasi sangat terjangkau. Untuk biaya pengobatan atau perawatan lanjutan sebesar Rp.25.000       tiap kali kunjungan. Biaya operasi tergantung dari kedalaman penyakit pada tubuh pasien. Jika dalamnya sekitar 2- 4 cm, biayanya Rp. 290. 000 ,. , Bila dalamnya 5-10 cm sebesar Rp.320.000. Patah tulang atau sambung tulang Rp.480.000,

Uang tersebut biasanya disedekahkan kepada fakir miskin. Yang diambil Guru hanya sebatas keperluan sehari-hari dan biaya operasional. “Setiap Rabu bisa terkumpul Rp.10 jutaan, dan sebagian disedekahkan. Pasien yang telah sembuh akan dimandi, Sarung mandi mereka dikumpul dan dibagikan  pada orang tak mampu di kampung.

12 Isteri

Guru bercerita pada Wartawan BugisPos soal dirinya yang punya 12 isteri. Kata Guru, itu terjadi secara tidak sengaja.  Awalnya, saat  melakukan operasi gaib, saat itu pula para keluarga pasien diperbolehkan masuk menemani  keluarganya yang dioperasi. Terkadang di antaranya banyak juga wanita yang kebetulan masih gadis. Nah, di dalam ruangan operasi yang nampak secara kasat mata adalah sosok Guru. Tapi yang sebenarnya bukan Guru yang sesungguhnya. Jadi untuk wanita yang belum menikah janganlah memandang Guru terlalu dalam, sebab ada daya tarik yang kuat dalam darinya dan tak disengaja. Itu adalah aura jin yang melakukan operasi.

“Suatu hari ada wanita datang minta segera dinikahi, padahal saya tidak melakukan suatu apapun padanya.  Saya minta dia kembali ke rumahnya” ungkap Guru kepada Wartawan BugisPos. Guru menolak menikahinya.

Selain membuka praktek pengobatan di  kota Makassar, Andi Aco Puang Bulan juga melayani pengobatan di rumah pribadinya di Polman, Sulawesi Barat, tepatnya di dusun Laliko, kec.Campalagian, pada setiap malam Jumat. Sebelumnya, pernah buka praktek di Pare-pare. Tapi pihak rumah sakit disana protes, sebab kurang pasien ke rumah sakit setiap Guru praktek.  “Tapi kadang saya di panggil oleh pihak rumah sakit untuk membantu kalo ada kasus operasi yang sulit” kata Guru . Selama praktek di kota Makassar, yang datang bukan hanya kalangan masyarakat umum. Banyak pejabat dan tokoh masyarakat yang datang berobat, seperti Prof. Anwar Arifin , H. Taming, paman Jusuf Kalla, Muchtar Wahid, dan beberapa yang lain.

Pengobatan alternatif yang dilakukan oleh Andi Aco Puang Bulan sudah berjalan selama kurang lebih 20 tahun. Guru memiliki Surat Izin Praktek Pengobatan Alternatif dari Depkes RI, Jakarta (zardi)

 

 

 

 

2 Responses to Operasi Gaib, Tanpa Bius Tanpa Jahitan

  1. wahyu triatmo Balas

    11 Februari 2014 at 06.36

    TV8J

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

 
IKLAN BARIS
  • Ruko Dijual
    Ruko berlantai 3, setiap lantai dilengkapi fasilitas toilet. Terletak di Jl.Rappocini Raya No.29 (samping Dona Doni) Makassar, dijual seharga Rp 1,2 Miliar. Yang berminat segera hubungi Nunu, di 085343841609
Jl.Lasuloro Dalam VI/37 Bumi Antang Permai, Makassar 90234
Tlp 0411-2033633-491980 / 085242553333
Email : redaksi@bugisposonline.com