Home » HL » Matemija, Adik Kandung Dijadikan Budak Seks

Matemija, Adik Kandung Dijadikan Budak Seks

Plt. Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Manado Hetty Taramen, SE, ME bersama Pengacara P2TP2PA (Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak) Adv. E.K. Tindangen, SH mengunjungi korban Pencabulan dan Perdagangan perempuan, Melati (21) (bukan nama sebenarnya-red) yang terbaring lemah di RS Pancaran Kasih Manado, Kamis (16/02) siang. Fajarmanado.com

Plt. Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Manado Hetty Taramen, SE, ME bersama Pengacara P2TP2PA (Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak) Adv. E.K. Tindangen, SH mengunjungi korban Pencabulan dan Perdagangan perempuan, Melati (21) (bukan nama sebenarnya-red) yang terbaring lemah di RS Pancaran Kasih Manado, Kamis (16/02) siang. Fajarmanado.com

BugisPos – Nasib tragis dialami Melati (21) (bukan nama sebenarnya-red). Sejak 2012, yang dijadikan sebagai budak pemuas nafsu selingkuhan kakak kandungnya.

Perbuatan ini di paksa oleh kakak kandungnya sendiri. Tak hanya itu, MJ dan selingkuhannya, Hen alias HT juga tega menjual dirinya untuk dijadikan teman cinta semalam seorang pengusaha asal Surabaya, Acin alias AC, yang merupakan kenalan MJ dan HT.

Saat ditemui Fajarmanado.com, Kamis (16/02) siang, korban yang sedang terbaring lemah di bangsal RS Pancaran Kasih Manado menceritakan tindakan biadab yang dilakukan MJ dan HT tersebut.

“Awal kejadian di tahun 2012, kita (saya-red) dipaksa kakak untuk melayani nafsu bejad selingkuhannya, HT. Kejadian pertama terjadi dirumah kami. HT memegang dan memasukan jarinya ke punya saya (organ intim-red) dengan se izin kakak saya dan dilakukan di depan kakak saya,” cerita Melati yang di dampingi Plt. Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Manado Hetty Taramen, SE, ME dan Pengacara P2TP2PA (Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak) Adv. E.K. Tindangen, SH.

Kejadian itu, lanjutnya, terus berlangsung, tak hanya di cabuli, tapi dirinya juga di perkosa oleh HT saat mereka ke Jakarta bersama MJ.

“Mereka paksa kita untuk melayani seorang pengusaha Surabaya. Kejadiannya sekitar Desember 2015, saya dipaksa melayani dan memuaskan nafsu syahwat AC di sebuah hotel ternama di bilangan Kayuwatu Kairagi,” cerita Melati diringi isak tangis.

Menurut korban, saat itu AC memuaskan nafsu syahwatnya di depan MJ, setelah itu Ia diberi uang Rp 750ribu dan uang itu langsung diambil MJ dan HT.

Sementara itu, Plt Kadis Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak kota Manado saat mendampingi korban mengatakan pihaknya akan melakukan pendampingan ke korban.

“Ini sangat tragis yah. Kami langsung melakukan pendampingan ke korban, baik pendampingan hukum maupun pendampingan kesehatan untuk memulihkan kejiwaannya,” jelas Plt Kadis.

Untuk melakukan proses hukum, lanjutnya, Dinas sudah menunjuk Advokat E.K. Tindangen, SH, yang merupakan mitra tetap kami di P2TP2PA.

“Nanti untuk kejiwaannya akan didampingi Psikolog yang sudah ditunjuk. Dan tadi saya juga telah menelphon  langsung Kasat Reskrim Polresta Manado Kompol Herwin Humokor untuk mengkonfirmasi perkembangan kasusnya,” terangnya.

Advokat E.K. Tindangen, SH sendiri menjelaskan, dirinya sudah ditunjuk untuk mendampingi korban dan akan terus mengawal proses hukumnya.

“Kami tetap hormati proses hukum. Dan akan mendampingi korban untuk membuat laporan lagi atas tindak pidana lain,” jelas Tindangen.

Karena disini, lanjut Tindangen, ada beberapa tindakan melawan hukum yang dilakukan terduga pelaku terhadap korban, yakni mencabuli, memperkosa dan memperdagangkan korban.

Jadi nanti kami akan minta pihak kepolisian untuk jeli melihat peristiwa yang dialami korban, sekalipun kejadiaannya sudah lama terjadi, tambah Tindangen.

Lebih lanjut Tindangen menjelaskan, korban di cabuli tahun 2012, dan saat itu usia korban 16 tahun, masih tergolong usia anak. Kurun waktu 2012-2015, korban juga mengalami pemerkosaan oleh terduga pelaku dan diperdagangkan ke orang lain sebagai pemuas nafsu.

“Pelaku yang menjadikan korban sebagai pemuas syahwatnya ini juga akan kami laporkan. Intinya kami mendampingi korban dan mengawal proses hukum ini hingga tuntas,” kunci Tindangen.

Peristiwa tragis ini terbongkar saat kakak nomor 4, Reni datang ke rumah dan korban menceritakan seluruh kejadian ke Kakak ke 4 nya itu.

Dengan diketahui keluarga, tak membuat terduga pelaku menghentikan aksinya.

Akhirnya korban melaporkan peristiwa yang dialaminya ke Polresta Manado pada tanggal 30 Januari 2017, dengan bukti Surat Tanda Penerimaan Laporan Polisi/Pengaduan nomor : STTLP/260/I/2017/SPKT/RESTA MDO.

Peristiwa itu juga terus membekas pada korban, yang membuat korban mengalami gangguan kesehatan dan harus dirawat di RS. Pancaran Kasih Manado sejak Sabtu (11/02) (*)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

pdam
royal
Jl.Lasuloro Dalam VI/37 Bumi Antang Permai, Makassar 90234
Tlp 0411-2033633-491980 / 085242553333
Email : redaksi@bugisposonline.com