Home » HL » Karena Menindih Adik Ipar

Karena Menindih Adik Ipar

illustrasi

illustrasi

BugisPos – Pasangan suami istri Wahyu Cahyono (35) dan Weni Mirza Rozana (25) kompak menangis saat digelandang ke Mapolres Lamongan, Minggu (22/1/2017) pagi.

Keduanya warga Kecamatan Lamongan Kota, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur. Wahyu Cahyono adalah tersangka yang menyetubuhi adik ipar atas seizin istrinya. Perbuatan bejatnya dipolisikan sang mertua, Zainal Arifin (52), tiga bulan lalu. Tak dinyana Wahyu langsung kabur ke Bekasi, Jawa Barat.

Polisi menangkapnya di kawasan Tenggilis RT 01 RW 12 Kecamatan Mustika Jaya, Kota Bekasi. Subnit 2 serta Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) pimpinan Iptu Supriyanto berhasil menemukan jejak tersangka.

Di tempat pelarian, pelaku bekerja serabutan untuk makan serta menghidupi istri dan seorang anaknya.

Wahyu beranggapan sudah tidak akan terlacak oleh polisi. Namun, pelarian tersangka harus berakhir. Dia yang sedang istirahat, malam itu, tak berkutik ketika dibekuk sejumlah polisi berpakaian preman dari Lamongan.

Perbuatan itu dilaporkan Zainal pada 7 November 2016. Lokasinya di rumah mertua Wahyu di Kelurahan Tlogoanyar, Lamongan. Sekira pukul 15.00 WIB, Zainal yang pulang dari kerja memanggil menantunya.

Saat itu, ada penumpang yang ingin minta diantar naik becak. Ternyata panggilannya tak direspons tersangka. Zainal lantas membuka pintu kamar Wahyu. Astaga, ia melihat Wahyu menindih anaknya, AR (16), di atas kasur.

Menurut Zainal, keduanya dalam kondisi setengah telanjang. Pelaku dan korban terhentak kaget ketika Zainal melihat langsung adegan itu. Keduanya akhirnya melepaskan diri, AR keluar dari kamar sambil menangis.

“Saya hanya diam di kamar, saat AR keluar kamar,” terang Wahyu.

Dia mengaku sudah berulang kali melakukan hubungan intim dengan AR, adik istrinya itu. Pengakuan Wahyu, hubungan intim itu atas sepengetahuan sang istri yang tak lain adalah kakak korban.

Mengapa Weni mendukung ? Sang istri ternyata juga dalam kondisi penuh tekanan dan ancaman. Kalau tak mau menyuruh adiknya digauli, Weni akan dipisahkan dengan anaknya.

“Saya ancam akan saya tinggal pergi bersama anak ke Jakarta,” aku Wahyu.

Kasubag Humas AKP Suwarta mengatakan tersangka melakukan kekerasan, ancaman kekerasan, tipu muslihat, serangkaian kebohongan atau bujuk rayu untuk melakukan perbuatan cabul.

“Tersangka dijerat Pasal 82 ayat 1 UU Perlindungan Anak,” kata Suwarta dikutip tribunjateng.com (*)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

pdam
royal
Jl.Lasuloro Dalam VI/37 Bumi Antang Permai, Makassar 90234
Tlp 0411-2033633-491980 / 085242553333
Email : redaksi@bugisposonline.com