Home » Ceplas Ceplos » Bila Ibukota Negara Pindah ke Makassar

Bila Ibukota Negara Pindah ke Makassar

Oleh : Usdar Nawawi

Oleh : Usdar Nawawi

BugisPos – Saya pikir ini bukanlah pemikiran sinting. Sungguh. Sungguh masuk akal bila ternyata memang ibukota negara hendak dipindah ke posisi tengah-tengah wilayah Indonesia. Dan di Indonesia timurlah tempatnya, boleh di Kalimantan boleh di Sulawesi Selatan.

 

Rencana Presiden Joko Widodo memindahkan ibukota Indonesia ke Sulsel, sepertinya memang bukan mimpi atau sekadar iming-iming. Sebab Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), saat ini tengah mengkaji ibu kota baru pengganti Jakarta. Dan kajian itu agaknya mengarah ke Makassar. Itu kalau mereka konsekwen soal titik wilayah pertengahan di negeri ini.

 

Mendengat kabar mengejutkan seperti ini, tentulah kita di Sulsel akan berbunga-bunga. Bagaimana tidak, bila ibukota negara pindah ke Sulsel, ya di Makassar,  maka tentulah di Makassar akan membawah perubahan ekonomi yang hebat di daerah ini. Bukan cuma menguntungkan Makassar belaka, tetapi akan menjadi keuntungan bagi seluruh kawasan di Indonresia Timur.

 

Bagaimana tak diuntungkan, bila presiden dan wakilnya, para menteri dan seluruh perangkat pemerintahan pusat akan berkantor di ibukota negara yang baru. Juga tentunya para duta besar, kantor DPP partai politik, dan bahkan perusahaan-perusahaan besar ibukota akan ekosodus menuju ibukota negara yang baru. Dan tentulah kita semua berharap bahwa ibokata negara itu pindah ke Makassar sebagai pilihan. Mungkin sudah saatnya kebijakan negara dan kenegaraan ke depan dilahirkan di Makassar.

 

Makassar toh masih luas, ada kawasan Tanjung Bunga, Barombong. Ada kawasan Minamaupa hingga tembus ke Gowa Tajalar, ada pula kawasan Binringkayana tembus Maros Pangkep. Lahan masih demikian luasnya bila kita hanya berpikir tentang Makassar. Kalau Jakarta disulap jadi Jabotabek, maka Sulsel punya konsep Mamminasa ta yang hebat.

 

Bila Walikota Danny Pomanto menjadi senang dan menyatakan sangat siap bila Makassar dijadikan ibukota negara, sungguh masuk akal pula. Wong Makassar memang sejak awal dicanangkan menjadi kota dunia. Perdagangan internasional di Indonesia juga sumbunya di Makassar pada masa lalu. Pusatnya ialah di mura Sungai Tallo. Ini sejarah yang mungkin akan berulang dengan format yang beda di masa depan. Format yang serba modern dengan tak meninggalkan kearifan lokal yang senantiasa didengungkan.

 

Dan Walikota Danny Pomanto benar, bahwa ; bila Makassar menjadi ibukota negara maka kota ini akan menjadi titik konsentrasi pembangunan infrastruktur. Dan tentu tingkat kesejahteraan rakyat daerah ini akan melambung tinggi.

 

Hanya saja, dengan mendengar kabar ini, banyak yang tak percaya. Mereka bilang kita di Indonesia timur tak usahlah bermimpi di siang bolong. Mana mungkin pulau Jawa mau menyerahkan ibukota negara begitu saja ke Makassar. “Emangnya gampang ..? kata mereka.

 

Mereka agaknya kaget juga bila Presiden Jokowi berfikir jauh lebih maju untuk Indonesia ke depan. Dan masa depan Indonesia itu ada di Indonesia timur. Sebab pulau Jawa sudah sumpek. Tak lama lagi orang di Jakarta dan sekitarnya mesti dikubur berdiri saking sesaknya dengan manusia ***

 

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

pdam
royal
Jl.Lasuloro Dalam VI/37 Bumi Antang Permai, Makassar 90234
Tlp 0411-2033633-491980 / 085242553333
Email : redaksi@bugisposonline.com