Home » HL » Aris Bamba: “Alhamdulillah, Sandera Sudah Bayar dan Dibebaskan”

Aris Bamba: “Alhamdulillah, Sandera Sudah Bayar dan Dibebaskan”

Suasana jumpa pers di Kanwil Ditjen Pajak Sulselbartra

Suasana jumpa pers di Kanwil Ditjen Pajak Sulselbartra

BugisPos – Jika anda termasuk penunggak pajak di wilayah Kanwil Ditjen Pajak Sulselbartra ada baiknya segera bersikap koperatif dan berniat baik untuk bersedia membayar tunggakan pajaknya, sebelum anda dikenai upaya paksa berupa tindakan penyanderaan (Gizjeling).

Sinyal agar wajib pajak penunggak perlu bersikap koperatif dan berniat baik sehubungan dengan langkah Kanwil Ditjen Pajak Sulselbartra yang mulai menerapkan langkah penyanderaan terhadap wajib pajak penunggak. Rabu 14 Desember 2016 salah satu wajib pajak penungak berinisial RT salah satu wajib pajak yang terdaftar pada Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Makassar Utara berhasil di jebloskan ke tahanan khusus yang ada di Lapas Kabupaten Takalar untuk di sandera.

RT adalah salah satu pengusaha yang bergerak di bidang perdagangan sebagai distributor yang mempunyai utang pajak tahun 2009 lalu yang kemudian diterbitkan pada tahun 2011 lalu dengan serangkaian upaya tindakan penagihan yang sudah dilakukan pihak Kanwil DJP Sulselbartra, seperti yandehimbauan dan penegahan keluar negeri pada tahun 2015 lalu.

Namun semua itu, di abaikan dan RT tidak juga mau menyelesaikan tunggakan pajaknya sehingga  Kanwil DJP Sulselbartra bekerjasama dengan Polda Sulsel dan Kemenkumham melakukan tindakan penyanderaan tehadap RT sebagai penanggung pajak pada  PT.MMS perusahaan yang terdaftar pada KPP Pratama Makassar Utara.

Pada Konferensi Pers yang di gelar terkait dengan tindakan penyanderaan itu, Kakanwil DJP Sulselbartra  Neilmadrin  Noor menyampaikan kronologis tindakan penyanderaan terhadap RT serta menegaskan jika tindakan penyanderan menurutnya adalah upaya terakhir dalam upaya penagihan pajak sesuai dengan Undang-Undang Perpajakan yang menjadi dasar dilakukannya tindakan penyanderaan.

Pada kesempatan itu, Neil juga berkali-kali menegaskan jika tindakan penyaderaan (gizjeling) bukanlah upaya menghukum wajib pajak, tetapi semata-mata upaya tindakan panagihan pajak, dimana jika RT mau membayar tunggakan pajaknya maka dapat segera di bebaskan. Jika tidak, RT akan menjalani masa penyanderaan di tahanan Lapas hingga 6 bulan kedepan dan dapat saja diperpanjang kembali.

Adanya wajib pajak di Kota Makassar yang kini disandera di Lapas Kabupaten Takalar, menjadi sinyal bagi wajib pajak lainnya sekaligus menjadi babak baru penyanderaan yang pertama kalinya di lakukan pihak Kanwil DJP Sulselbartra. Karena itu Program Tax Amnesty yang diluncurkan pemerintah semestinya menjadi kesempatan untuk diikuti kalangan wajib pajak agar mendapatkan pengampunan pajak.

Sementara itu, di luar dugaan upaya penyanderaan ini akhirnya membuahkan hasil karena tidak lama usai di gelarnya Konferensi Pers oleh pihak Kanwil DJP Sulselbartra, hari itu juga diperoleh kabar bahwa si penunggak RT sudah membayar tunggakan pajaknya dan langsung dibebaskan hari itu juga.

Informasi ini disampaikan Kabid P2 Humas Kanwil DJP Sulselbartra Aris Bamba yang menginformasikan kepada wartawan jika si penunggak pajak benar sudah membayar dan sudah dibebaskan dan dijemput oleh keluarganya. Aris mengatakan praktis hanya sehari saja si penunggak disandera di Lapas Takalar. (Thahir Rahman)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

pdam
royal
Jl.Lasuloro Dalam VI/37 Bumi Antang Permai, Makassar 90234
Tlp 0411-2033633-491980 / 085242553333
Email : redaksi@bugisposonline.com