Home » HL » Adi Rasyid Ali Akan Praperadilankan Polrestabes

Adi Rasyid Ali Akan Praperadilankan Polrestabes

Adi rasyid Ali

Adi rasyid Ali

BugisPos — Ketua Partai Demokrat Makassar, Adi Rasyid Ali, didampingi tim kuasa hukumnya, Faisal Ibnu, menyatakan akan melakukan gugatan praperadilan. Mereka mengajukan gugatan seiring dengan penetapannya sebagai tersangka dalam kasus dugaan penyerobotan tanah dan perusakan di sebuah tanah yang diklaim sebagai milik Yupiter Widodo, di Kelurahan Sinrijala.

Menurut Faisal Ibnu, dalam permasalahan yang membelit kliennya, penyidik kepolisian tidak profesional. Penetapan kliennya sebagai tersangka tidak sesuai dengan aturan yang ada. Dimana kehadirannya di lokasi kejadian pada dasarnya merupakan rangkaian reses DPRD. Itu sesuai dengan amanah undang-undang.

“Tindakan yang dilakukan klien kami ini sudah sesuai dengan undang-undang. Dia tidak boleh dipidana. Berdasarkan pasal 50 dan 51 KUHP disebutkan barang siapa yang melakukan perbuatan karena ketentuan undang-undang itu tidak bisa dipidana,” beber, Faisal, dengan memperlihatkan bukti surat reses ARA saat konferensi pers di Hotel SAS, Sabtu, 22 Desember.

Ditambahkannya, fungsi DPRD, selain legislasi dan budgeting, juga melakukan pengawasan. Dan itulah yang terjadi dalam kasus ini. Dimana, klien kami Adi Rasyid Ali, sedang melaksanakan tugas reses. Saat reses itu, kliennya menemukan adanya kegiatan membangun yang tidak memiliki izin mendirikan bangunan. Juga, saat reses ditemukan adanya bale-bale yang didirikan di lahan umum. “Sebagai wakil rakyat tentunya beliau (ARA) memiliki hak untuk merekomendasikan ke pemkot. Satpol PP memiliki kewenangan untuk membongkar. Jadi jika dikatakan merusak apalagi menyerobot itu tidaklah benar,” tandasnya.

Juga, yang disayangkan, Faisal, dasar surat pemanggilan pemeriksaan ARA disebutkan, pasal yang disangkakan yakni pasal 56 (menyuruh orang melakukan perusakan) dan pasal 167 (memaksa masuk untuk merusak barang), namun dalam pemeriksaan (BAP) kedua pasal tersebut dihilangkan. Dihilangkannya kedua pasal ini, mengindikasikan kliennya tidak bisa ditetapkan tersangka.

Atas dasar tersebut, tim kuasa hukum ARA, akan mempraperadilankan Polrestabes Makassar. “Kami juga akan melaporkan Yupiter Widodo secara perdata juga pidana dengan tuduhan pencemaran nama baik dan perbuatan tidak menyenangkan. Akan kami kawal hingga ke Mabes Polri, dan Presiden, sekalipun,” kuncinya.

Reza Ali dan Januar Jauri Darwis
Selain Adi rasyid Ali, penyidik Satuan Reskrim Polrestabes Makassar juga menetapkan Reza Ali dan Januar Jauri Darwis sebagai tersangka kasus dugaan penyerobotan tanah.

“Berdasarkan keputusan gelar perkara RA dan JJD, sudah ditetapkan sebagai tersangka,” papar, Kasatreskrim Polrestabes Makassar, AKBP Himawan Sugeha, Sabtu, 22 Desember. Ditambahkannya, kedua orang tersebut belum dipanggil dikarenakan pihaknya masih menunggu turunnya surat izin dari pemerintah pusat.

Untuk pemanggilan RA sebagai tersangka, sambung dia, pihaknya masih menunggu izin dari Presiden RI, sementara JJD, menunggu izin dari Menteri Dalam Negeri. “Kami masih sementara menunggu surat izin dari Presiden dan Mendagri untuk melakukan pemeriksaan terhadap keduanya,” beber, Himawan Sugeha seperti dirilis fajar online

Penetapan tersangka, kedua politisi tersebut dikarenakan mereka diduga terlibat dalam dugaan penyerobotan tanah milik Yupiter Widodo, di Kelurahan Sinrijala, Panakkukang. Dalam proses pemeriksaan terhadap laporan yang dimasukkan Yupiter Widodo, ketiga politisi Partai demokrat itu dinilai terbukti bersalah.

Berdasarkan pemeriksaan terhadap laporan, diketahui jika Adi Rasyid Ali, bersama, Reza Ali, dan Andi Januar Jaury Darwis, datang ke lokasi tanah tersebut, 1 Agustus 2012, lalu. Mereka masuk ke dalam lokasi tanah yang sedang dalam tahap pembangunan secara paksa. Mereka juga mengancam penjaga tanah milik Yupiter Widodo.

Di dalam lokasi, mereka menyuruh penjaga tanah untuk keluar dari lokasi. Ketiga legislator itu kemudian menyuruh beberapa orang dekatnya untuk mencabut papan bicara yang bertuliskan tanah ini milik Yupiter Widodo, untuk diganti dengan papan pengumunan yang bertuliskan tanah ini milik Andi Januar Jaury Darwis.

“Ketiga politisi itu dijerat pasal yang sama. Pasal 170 ayat 1 KUHP tentang pengrusakan terhadap barang atau orang dan atau pasal 167 dan pasal 406 juncto pasal 55 dan 56 KUHP,” beber, Himawan Sugeha, melalui pesan singkatnya, siang kemarin. Terkait, adanya kejanggalan dalam proses pemeriksaan ketiganya dinilai Kabid Humas Polda Sulsel, AKBP Endi Sutendi, hal yang wajar.

“Kalau yang bersangkutan (ARA) menilai ada yang janggal karena dirinya baru pertama kali dipanggil dan pemanggilan itu sebagai tersangka, saya kira hal yang wajar. Itu pendapat dia. Kami yakin, penyidik tidak akan salah. Penyidik jika melakukan pemanggilan seperti itu, berarti, penyidik sudah cukup bukti atau kuat untuk menetapkannya sebagai tersangka,” bebernya.

Dianggap Lucu

Terkait penetapan dirinya sebagai tersangka dalam kasus penyerobotan tanah, Reza Ali mengaku baru tahu dari wartawan. Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Demokrat ini mengatakan, dirinya belum menerima surat atau pemberitahuan resmi dari kepolisian. Saat dihubungi Fajar malam tadi, Reza mengaku berada di Bali, menghadiri pesta pernikahan salah seorang kerabatnya.

Reza Ali sendiri mengaku sangat menghormati hukum, dirinya siap setiap saat untuk memenuhi panggilan kepolisian. Pada kesempatan tersebut, Reza mengungkapkan, polisi sekarang ini sedang lucu-lucunya. Malah dia mengatakan bahwa mereka sekadar mencari popularitas.

“Padahal barang ini sudah jelas, bukti-buktinya sudah ada dari Badan Pertanahan Nasional (BPN). Suatu saat polisi akan makan polisi, jeruk makan jeruk,” jelasnya.

Reza juga menyampaikan bahwa di sini ada permainan mafia. “Polisi di Makassar lucu-lucu, pakakkalakki. Nanti biar masyarakat yang tahu, siapa yang salah dan siapa yang benar. Kami juga sudah menyiapkan bukti-bukti. Nanti saya akan tunjuk hidungnya satu per satu,” tegas Reza.

Reza ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan penyerobotan lahan di jalan AP Pettarani. Kasus ini dilaporkan pengusaha bernama Yupiter Widodo pada Agustus 2012 lalu. Selain Reza, kepolisian juga sudah menetapkan Andi Januar Jaury Darwis (anggota DPRD Sulsel), serta saudara kandung Reza Ali, Adi Rasyid Ali yang juga anggota DPRD Kota Makassar.
Sms Adi Rasyid Ali
Ini SMS Adi Rasyid Ali soal kasusnya seperti dirilis tribun-timur.com ; Saya sempat surprise saya kira yg melapor jokowi (joko widodo) eh ternyata yg melapor jupiter widodo pengusaha sukses yg kaya raya. Cuman saya penasaran dg jupiter ini siapa org ini karna begitu istimewa dimata polisi sy dgr wajah jupiter mirip2 edy tansil yg buron sampai skrg ini. sekali2 dong maasukkan dikoran jupiter supaya masy tahu siapaka dia…!!. Jgn disembunyikan atau main dibelakang layar.

Nah skrg sy hrs luruskan pemberitaan2 miring berkait* some text missing *ntroling pengawasan apalagi pd saat itu sy sedang reses saya mendapatkan ada aktifitas membangun yg dilakukan oleh jupiter widodo yg mengklaim itu tanahb* some text missing *a pekerja tukang2. Apa ada IMBnya? Dijawab tidak ada sy tlp dinas tata ruang ternYata mmg blm ada imb luar biasa jupiter widodo sdh tdk ada imb dikawal polisi lagi. Ini sdh bentuk pelanggaran apalgi sdh brp kali ditegur tetap membangun. Kedua ada bale2 atau tempat duduk diluar yg dibongkar satpol PP karna* some text missing * polisi yg jadi maf (una)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

 
Jl.Lasuloro Dalam VI/37 Bumi Antang Permai, Makassar 90234
Tlp 0411-2033633-491980 / 085242553333
Email : redaksi@bugisposonline.com